Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Dari Batam Membawa Cerita

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) saya ke Batam sudah selesai, banyak cerita yang tersaji salama di Batam. Cerita tentang perburuan barang elektronik murah, terbentuknya alumni Teknik Elektro Unsri, sampai dengan prospek kerja di sana.

Barang elektronik murah memang bukan isapan jempol, harganya lebih murah 30-40%. Memang, tidak semua barang semurah itu. Hanya beberapa saja, itupun harus diimbangi dengan pengetahuan kita tentang harga barang aslinya (harga di kota asal kita) ditambah kemampuan kita dalam hal tawar-menawar.

Beberapa teman berhasil mendapatkan BB (BlacBerry) dengan harga miring. Ada BB yang asli, ada juga yang buatan China. Khusus untuk BB China, fasilitasnya lebih beragam.  Ada yang dilengkapi dengan Wifi dan TV, bahkan ada juga yang dikasih tambahan senter (BB ada senternya :D )

Kabar gembiranya adalah, Ikatan Teknik Elektro Zona Batam akhirnya terbentuk dan dikomandani oleh Bapak Irpandi, alumni TE angkatan 88. Ikatan alumni ini sangat penting demi terjalinnya rasa kasih sayang dengan para fresh graduates yang sedang mencari kerja di Batam. Bukan soal nepotisme, tapi rasa kasih sayang tersebut bisa diluangkan dalam hal referensi kerja selama di Batam.

Batam memang benar-benar surga dunia bagi para lulusan Teknik, tapi skill dan paling tidak kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan di sana. Paling tidak selesai KKL, beberapa hal yang tadinya masih samar-samar sedikit demi sedikit terliat :)

Inter Milan dalam Sejarah

Sebagai Interista tidak ada salahnya kalo saya ikut memperkenalkan sejarah dan segala hal tentang klub favorit saya, INTER MILAN.

Mau tahu lebih lanjut tentang Inter, simak yuk artikel yang saya ambil dari wikipedia Indonesia :

Lanjut Baca »

KKL ke Batam

Sudah lama saya gak nge-update lagi nih blog (seperti biasa :) ), walaupun terlihat sekedar asal nulis tapi paling tidak postingan ini menunjukan kalo saya masih eksis di dunia maya.

Ini malam persiapan saya menuju ke Batam untuk menunaikan tugas kuliah, Kuliah Kerja Lapangan a.k.a KKL. Perjalanan nanti  adalah kunjungan pertama saya ke Batam,  kota industri atau mungkin kota barang gelap.

Banyak temen2 seperjuangan di Elektro UNSRI yang siap berburu barang gelap di Batam. Tapi apakah benar ada Black Market disana?

Mungkin ada, tapi yang namanya pasar gelap kemungkinan kecil akan diekspos ke Internet oleh yang empunya.

Kalo dari artikel yang saya cari di internet, banyak informasi yang mengatakan bahwa Batam juga adalah surganya para pencari barang seken. Terutama barang seken dari Singapore, harganya murah meriah dengan kualitas yang lumayan bagus, karena barang seken yang dijual biasanya adalah barang-barang yang bermerk.

Tapi lupakanlah dulu barang gelap ataupun barang seken, karena Senin nanti saya bakal tancap gas ke Batam. Menikmati perjalanan bersama kawan, sekaligus panorama keindahan kota Batam (itupun kalo ada :) )

Jumat kemarin pengumuman pemenang nobel perdamian 2009 diumumkan, Obama yang masih menjabat sebagai  presiden Amerika Serikat adalah sosok yang menerima penghargaan tersebut.

Pantaskah bapak presiden yang pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia ini menerimanya?

Kalo saya pribadi melihat Obama belum melakukan apapun bagi perdamaian dunia, Obama “baru akan” melakukan, dan orang yang mau akan melakukan telah mendapat penghargaan, hebat nian..

Tahun 2006 kemarin, ketika nobel perdamaian akan diumumkan saya masih ingat betapa antusiasnya warga Indonesia menanti detik-detiknya. Karena bapak  Presiden kita saat itu (dan masih sampai sekarang) Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut sebagai nominasi kuat penerima penghargaan.

Hal ini terjadi karena SBY telah menciptakan perdamaian di Aceh yang selama beberapa tahun dilanda konflik. Itu adalah fakta, dan telah dilakukan. Tapi kenyataanya malah penghargaan jatuh ke tangan orang lain.

Berbeda dengan Obama yang baru akan melakukan peniadaan senjata nuklir, atau hanya berharap konflik di Timur Tengah akan berakhir. Tapi masih belum mau menarik para tentaranya dari bumi Afganistan dan Irak, serta terkesan mendukung Israel dalam memporak-porandakan bumi Palestina.

Dengan bermodalkan niat yang belum jelas kesungguhannya, sebuah penghargaan berhasil menghiasi meja kerjanya. Ironi, konyol ataukah hanya politisasi elit dunia? Terserah apa namanya yang pasti kita masih harus tetap menunggu putra/putri bangsa kita yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Mungkin saya atau mungkin juga anda, siapa yang tahu hari esok…

Rayap termasuk binatang underground, binatang yang bekerja secara tak kasat mata. Sembunyi-sembunyi-sembunyi dalam bekerja dan mencari makan yang berupa kayu atau pohon. Kadang kusen rumah kita pun jadi sasaran sugesti dari perut mereka, makanya rayap sering diklasifikasikan sebagai hama.

Rayap memang hama, hewan pengganggu bagi saya, karena selama beberapa hari ini rayap terus-terusan menempel di lampu depan dan kamar kosan saya. Kalo jumlahnya puluhan ya masih mendinglah, ini malah bisa mencapai angka ratusan atau bahkan mungkin ribuan (lebayy). Mereka keluar pada malam hari dan kebetulan Indralaya sedang diguyur hujan pertamanya selama beberapa bulan terakhir.

Lampu depan saya matikan, mereka berpindah ke dalam kamar kosan, kamar kosan saya matikan lampunya, eh si rayap malah menari-nari di depan layar komputer saya. Benar-benar mengganggu kenyamanan saya dalam menatap layar komputer, tapi saya langsung berpikir kenapa rayap begitu tergila-gilanya mendekati cahaya

Apa yang sebenarnya dilakukan oleh sang rayap yang notabene pekerja bawah tanah  yang sangat jauh dari sumber cahaya, eh di malam-malam hujan dan dingin malah keluar mencari sumber cahaya?

Lanjut Baca »

Udah sekitar 5 bulanan saya gak ngeblog lagi, banyak faktor yang bikin saya gak ngelanjutin akitvitas ini.

Tapi bukan itu bahasan tulisan saya sekarang, saya pengen ngebahas peristiwa yang gak henti-hentinya menimpa Negara Indonesia tercinta, ya bencana alam terutama gempa bumi.

Dan karena di kampus saya kebetulan lagi mempelajari kecerdasan buatan, saya jadi kepikiran untuk menghubungkan teknologi yang diciptakan dari otak manusia dengan insting makhluk hidup lain yang dianggap lebih rendah derajatnya oleh manusia, yups… hewan.

Siapa menang, otak manusia atau insting hewan?
Lanjut Baca »

Ramalan Jayabaya

Kemarin (Senin, 27 April) jam 8 pagi, setelah selesai nongkrong di WC  saya melanjutkan aktivitas nongkrong saya di depan TV One, nonton salah satu acara favorit “Apa Kabar Indonesia”. Seperti biasa obrolannya seputar masalah yang lagi hangat akhir-akhir ini, tentang koalisi partai politik. Pembicaranya Efendi Ghozali -pakar komunikasi politik-, Sofyan (saya cuman tau nama depannya, lupa ^^) yang ngewakili suara pengusaha Indonesia, dan Sujiwo Tejo -budayawan yang pernah maen di film “Kafir”-.

Pembicaraannya seperti biasa dihangatkan dengan berita cerainya partai Golkar dengan partai Demokrat, dari hasil pembicaraan tersirat bahwa Bung Effendy dan Bpk Sofyan ini sangat menyesalkan berpisahnya duet SBY-JK. Dan menyayangkan sifat SBY yang tidak secara langsung melamar JK jadi capresnya. Mungkin kata arogan lebih tepat mewakili sikap SBY tersebut ^^.

Sebenarnya pembicaraan cerainya golkar-demokrat tidak terlalu menarik perhatian saya. Udah bosen, saya malah lebih tertarik dengan ucapannya Sujiwo Tejo. Dia memandang masalah pemilu ini dengan sebuah ramalan dari jawa, Ramalan Jayabaya.

Ramalan ini (menurut Sujiwo) berkisar seputar akan munculnya huru-hara di indonesia, saya tidak hapal point-point apa yang diucapkan oleh bung Sujiwo Tejo ini. Tapi saya langsung tertarik dan berusaha mencari tahu tentang ramalan Jayabaya.

Saya searching di internet, hasilnya banyak artikel-artikel menarik yang mengupas ramalan jayabaya. Salah satunya tentang kejatuhan Soeharto, seru juga…

Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.