Feeds:
Pos
Komentar

C’e’ Solo L’inter

C’e’ Solo L’inter atau dalam Bahasa Indonesia  Hanya ada Inter (mungkin maksudnya hanya ada Inter di kota Milan/hanya Inter yang memiliki gen Serie A/hanya Inter klub besar yang tidak terkena skandal Calciopoli). Sebuah lagu yang menyatukan para Interisti ketika mendukung timnya di Giuseppe Meazza, langsung aja dah nih liriknya :

C’e’ Solo L’inter

E’ vero, ci sono cose piu’ importanti
di calciatori e di cantanti
ma dimmi cosa c’? di meglio
di una continua sofferenza
per arrivare alla vittoria
ma poi non rompermi i coglioni
per me c’? solo l’Inter

A me che sono innamorato
non venite a raccontare
quello che l’Inter deve fare
perch? per noi niente ? mai normale
n? sconfitta n? vittoria
che tanto ? sempre la stessa storia
un’ora e mezza senza fiato
perch? c’? solo l’Inter

C’? solo l’Inter, per me, solo l’Inter
C’? solo l’Inter, per me

No, non puoi cambiare la bandiera
e la maglia nerazzurra
dei campioni del passato
che poi ? la stessa
di quelli del presente
io da loro voglio orgoglio
per la squadra di Milano
perch? c’? solo l’Inter

E mi torna ancora in mente l’avvocato Prisco
lui diceva che la serie A ? nel nostro dna
io non rubo il campionato
ed in serie B non son mai stato

C’? solo l’Inter, per me, solo l’Inter
C’? solo l’Inter, per me, per me
C’? solo l’Inter, c’? solo l’Inter,
c’? solo l’Inter, per me
C’? solo l’Inter per me.

Terjemahannya (english) :

There ‘Only Inter

And ‘Yes, there are things more’ important
Players and singers
But tell me what’s best
Of continuous suffering
To get to victory
But then not break the hilt
For me there is only Inter

To me that is love
Not come and tell
Inter what must be done
For us because nothing is ever normal
Neither defeat nor victory
That much is always the same story
An hour and a half without breath
Because there is only Inter

There is only Inter, for me, only Inter
There is only Inter for me

No, you can not change the flag
And the mesh nerazzurri
Samples of the past
Which is the same
Those of this
I want to be their pride
For the team in Milan
Because there is only Inter

And I come back to mind the lawyer Prisco
He said that the league is in our DNA
I do not rubo the championship
And series B have not ever been

There is only Inter, for me, only Inter
There is only Inter, for me, for me
There is only Inter, there is only Inter,
Inter’s only for me
There is only Inter for me

Kalo mau liat di Youtube : klik sini

Nah ini yang mau unduh versi mp3 nya di sini

_________________________________________________________

Referensi : interclubindonesia, google

Football Club Internazionale Milano a.k.a Inter Milan, sebuah klub yang lahir tanggal 9 Maret 1908 ini memiliki sejarah dan cerita yang panjang di pentas Serie A ataupun dunia. Tercatat kurang lebih 19 presiden, puluhan pelatih dan berbagai gelar di sejumlah ajang bergengsi menghiasi perjalanan klub favorit saya ini.

Siapa sajakah presiden, pelatih dan prestasi yang telah dikantongi oleh klub kebanggaan kota milan dan negara Italy ini?

Presiden Inter Milan dari masa ke masa…

Pelatih yang menangani Internazionale Milano….

*update : R Benitez : 2010-??

Gelar-gelar Inter Milan di berbagai ajang…

Serie A:

  • Juara (18): 1909–10; 1919–20; 1929–30; 1937–38; 1939–40; 1952–53; 1953–54; 1962–63; 1964–65; 1965–66; 1970–71; 1979–80; 1988–89; 2005-06; 2006-07; 2007-08; 2008-09;2009-10
  • Runners-up (13): 1932–33; 1933–34; 1934–35; 1940–41; 1948–49; 1950–51; 1961–62; 1963–64; 1966–67; 1969–70; 1992–93; 1997–98; 2002–03

Coppa Italia:

Supercoppa Italia:

European Cup/ UEFA Champions League:

UEFA Cup/ UEFA Europa League:

Mitropa Cup:

  • Runners-up (1): 1932–33

Intercontinental Cup:

  • Juara(2): 1964; 1965

Juara Copa Presidente De La Republica : 1 kali 1982
Juara Copa Santiago Bernabeu : 1 kali 2001
Juara Coppa Dell’Amicizia Italo-Francese : 1 kali 1959
Juara Coppa Pirelli : 7 kali 1996 1997 2000 2001 2002 2003 2005
Juara Coppa Sky : 1 kali 2004
Juara Coppa Sud Tirol : 2 kali 2003 2005
Juara Memorial Giorgio Ghezzi : 1 kali 1992
Juara Memorial Luigi Campedelli :1 kali 1993
Juara Mohamed V Trophy : 1 kali 1962
Juara Torneo Natale Milano : 1 kali 1934
Juara Torneo Milano : 1 kali 1993
Juara Trofeo Valle D’Aosta : 1 kali 1998
Juara Trofeo Birra Moretti : 2 kali 2001 2002
Juara Trofeo Ciudad De Vigo : 1 kali 1996
Juara Trofeo Vincenzo Spagnolo : 1 kali 1998
Juara Triangolare Bolzano : 1 kali 2005

~>Penghargaan terhadap individu…

FIFA World Player of the Year

Ballon d’Or/European Footballer of the Year

World Soccer Player of the Year

UEFA Club Footballer of the Year

___________________________________________________

Referensi : wikipedia, google

Kontes Robot Seni Indonesia 2010, Malang, Jatim…

Sesuai nama kota penyelenggara, begitu pula nasib robot kami di sana, MALANG… Ya, kami tidak hanya gagal, tapi malang a.k.a sial.

Bagaimana tidak robot kami belum menampilkan aksinya secara penuh, robot malah mengalami kendala, kendala teknis.

Saya termasuk orang yang ambisius, ketika gagal (apalagi karena faktor x) saya akan merasa sangat kecewa, tapi tidak untuk kontes ini, entah mengapa perasaan lega dan plong yang muncul. Perasaan yang timbul karena suatu hal, suatu hal yang mungkin hanya saya yang tahu.

UGM, PENS,ITS,ITB, Unibraw, Unikom ,UI, universitas-universitas besar yang telah malang melintang di dunia robotika Indonesia, mereka memang pantas mendapatkan sesuatu yang lebih. Suatu penghargaan yang mereka dapat karena jerih payah mereaka mengikuti kontes robot sejak tahun 1993.

Regenerasi dan tanggung jawab moral dari alumni, hal tersebut yang sangat dibutuhkan oleh jabang bayi di dunia robotika seperti UNSRI, kapan itu terjadi?? Saya hanya bisa berkata dalam hati, mulailah dari diri sendiri.

Proses menuju Kontes Robot di  Malang, 2010, telah banyak membuka pandangan dan pemikiran-pemikiran bagi saya. Mungkin proses sama seperti yang dirasakan seorang anak kecil yang baru tahu kalo bintang hanya kelihatannya saja yang kecil, tapi sebenarnya bintang itu besar.

Dan setidaknya pengalaman dan pengetahuan saya bertambah lagi, yeah banyak sisi positif dari suatu kegagalan…

I’m under preassure

Sekarang saya berada di bawah tekanan, beberapa hal langsung menikam saya tanpa ampun. Laporan kp yang terus molor dengan deadline seminar yang yang semakin dekat, program robot krsi dengan error di sana-sini dan  mau gak mau harus cepet selesai minggu ini, tugas2 matakuliah dan semesteran yang tiba-tiba dan tanpa sadar sudah di depan mata, pengaturan jadwal ujian praktikum lab yang saya kordinatori jadi semrawut gak beraturan karena perubahan sistem penilaian di kampus, belum lagi efek samping dari masalah saya di atas dan hancur leburnya hal-hal yang sebenarnya sudah terkonsep untuk di tuangkan ke rencana lab dan klub otomasi…Huffhhh!!

Laporan KP, ini dia biang kerok hancurnya rencana yang sudah tersusun rapi dalam rak-rak arsip di otak saya. Revisi di sana-sini dengan perbedaan pandangan dari tiap orang yang merevisi, kesibukan para petinggi PL* yang begitu anggun menerima tamu tanpa menghiraukan kami yang telah datang dan menunggu lebih lama, ditambah agresifnya mereka mengikuti berbagai pelatihan, benar-benar telah menghambat langkah saya menyelesaikan laporan KP.

Tekanan ini memang telah membuat saya muak, muak dengan realita yang telah terjadi, muak dengan sifat sok para pemegang kuasa, muak dengan keteledoran yang telah saya perbuat.

Ya, saya muak namun harus bertahan, bertahan??

Tidak, lebih tepatnya saya harus melawan, bukan melawan arus, bukan melawan kenyataan, bukan melawan realita yang telah terjadi tapi melawan untuk memberikan reaksi terhadap aksi berupa “tekanan” tadi.  Newton mengajarkan bahwa suatu aksi harus di bayar reaksi yang sama dengan arah berlawanan (Hk. Newton III).

Lebih tepatnya lagi jika kita ingin menghilangkan tekanan (P=preassure) yang menghimpit diri kita, kita harus meninjau bagaimana tekanan itu bekerja.

Tekanan (P) adalah gaya (F) per satuan luas (A), atau P=F/A.

Dengan demikian berarti semakin besar gaya (F) dengan luas permukaan (A) yang sama maka akan memberikan tekanan (P) yang lebih besar

Jika masalah-masalah saya di atas mempunyai variabel berupa luas permukaan (A) yang sama, dan gaya (F) yang berbeda-beda tergantung kompleks-tidaknya masalah tersebut, maka yang harus saya beri reaksi paling besar  adalah masalah dengan variabel F terbesar.

Setelah saya urut dan saya pertimbangkan matang-matang, masalah KP saya  adalah masalah dengan F terbesar dengan pertimbangan ; deadline yang semakin menipis, Pembimbing Akademik yang disiplin dan killer, serta kesempatan mengulang di semester depan yang semakin terbuka lebar.

Padahal laporan KP saya inilah pintu peertama untuk mengakhiri ini semua. Karena dengan selesainya laporan KP, saya akan akan mendapat luas permukaan tambahan (A) dalam menghadapi masalah yang lain. Ingat bahwa semakin besar luas permukaan, akan didapatkan tekanan yang lebih rendah.

Dalam hal ini A dapat berupa terbuka lebarnya urusan untuk masalah proposal TA, ketenangan dalam mengerjakan robot, dan lain sebagainya. Ya, berati saya harus mengutamakan memberikan reaksi yang lebih besar terhadap F untuk masalah KP.

Namun sejak kemarin pandangan saya berubahh, ternyata bukan masalah  laporan kp dengan F terbesar, bukan, tapi kesehatan saya…  Saya sakit…. batuk, pilek, sakit tenggorokan, badan saya lemas….Padahal hari senin harus ngurus laporan KP ke Keramasan, hari selasa ujian semester,  belum lagi ujian praktikum yang belum jelas dan belum saya atur, ditambah minggu ini deadline seminar KP dan uji robot..T_T

Dari Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra berkata, Suatu hari aku sedang berada di belakang Rasulullah saw (di atas binatang tunggangannya), lalu beliau bersabda:

“Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, maka Dia akan menjagamu; jagalah (kehormatan) Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya bersamamu; Bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepada-Nya semata; Bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah semata. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfa’at bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfa’at kepadamu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah kepadamu. Begitu juga seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang merugikanmu, maka mereka tidak akan bisa merugikanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu. Pena-pena telah diangkat (tulisan) dan lembaran-lembaran telah mengering tintanya (buku catatan)”. (HR. Tirmidzi dan ia menyatakan sebagai hadits hasan shahih).

Saya mengerti, usaha menghadapi cobaan itu memang tidak mudah, karena skenario Allah tidak dapat dibaca dan dideteksi sejak awal. Saya yakin ini skenario terbaik yang diberikan Allah kepada saya. Tugas saya adalah berusaha dan bergantung hanya kepada Allah, Yeahhh.. ^_^

Menyambung tulisan saya sebelumnya yang berharap team robot KRSI UNSRI lolos, akhirnya kesampaian juga. Pengumumannya emang udah lama tapi baru sempet saya tulis di blog sekarang (penting apa ^^?)

Ya, jujur saya (dan kawan seperjuangan) bangga bisa membawa nama UNSRI terdengar di tingkat nasional. Masuk 16 besar nasional dengan penyeleksian yang sangat ketat dari juri-juri yang berkualitas membuat hati kami sumringah.

Tapi sayang masalah mulai muncul di sana-sini, dari masalah klasik nan menggelitik sampai masalah psikis yang alergis bin najis , hallahhh…

Ya…ya…ya. memang banyak yang bilang besar kecilnya masalah tergantung bagaimana cara kita menghadapinya. Bener gak? Prettt…teori murahan, coba bayangin klo anda berada di situasi nyaris tewas karena ditodong oleh preman berpistol yang dendam kesumat gara-gara  anda tanpa sadar buang angin tepat di depan muka dia, ckckckck….

Gak akan ada kata-kata bijak penuh motivasi khas Mario Teguh melintas di benak anda. Jangankan anda, pak Mario Teguh pun belum tentu akan lancar meluncurkan kata-kata magis-nya di depan muka si preman yang sedang menatap dan menyeringai  jahat tepat didepannya ^^”

Contoh kasus di atas memang lebay, setidaknya masalah kami tidak sekompleks si Fulan itu. Sehingga masih banyak celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk diolah jadi solusi menghadapi masalah kami. Oh ya, ini dia gambar robot setengah mateng kami… Semoga bisa mengharumkan nama UNSRI di kontes nanti. Amien ^_^

Proyek Jembatan Saya

Alhamdulillah kerja keras selama beberapa minggu terakhir mengerjakan proyek besar dalam hidup saya yang paling dekat selesai sudah. Walaupun belum selesai 100%, tapi secara tenggat waktu (sementara) saya sudah bebas.

Banyak pelajaran yang bisa diambil selama menjadi penghuni lab. Tidak hanya ilmu yang berkaitan dengan robot yang bisa saya ambil, tapi juga ilmu yang saya pelajari dari penghuni lainnya akan menambah baris-baris buku ekspresi dalam otak saya. Yup, bait-bait yang akan menjadi separator segala tindak-tanduk saya ke depannya.

Dan ketika video telah selesai, bayangan tidur nyeyak dan nyaman akan menjadi hal yang lebih istimewa dibanding hari-hari lainnya. Ya, ternyata sesuatu yang biasa akan menjadi istimewa tergantung dimana dia dipakai.

Tapi masih banyak tugas-tugas penting yang masih harus saya selesaikan, ditambah lagi perasaan dag-dig-dug-ser menunggu hasil pengumuman seleksi tahap II. Walaupun begitu, lolos tidaknya robot KRSI UNSRI tidak akan mematahkan semangat kami dalam melanjutkan proyek robot penari pendet ini, karena robot ini tetap akan menjadi proyek jembatan masa depan dalam hidup kami, yup proyek TA ^^”.

Tadi abis ngeliat berita berjalan di salah satu TV, “Indonesia menargetkan juara umum SEA GAMES 2011”.

Pantaskah?

Mungkin bagi mereka yang hanya mengetahu hasil sea games di era reformasi, cibiran akan menghiasi bibir mereka.

“Indonesia mau juara sea games??  Peringkat dua aja susah didapet..”, mungkin kalimat itu akan spontan meluncur karena melihat prestasi olahraga Indonesia beberapa tahun terakhir.

Suatu hal yang wajar mengingat sejak tahun 1999 (sea games brunei), prestasi terbaik Indonesia adalah hanya menduduuki peringkat 3, dan sempat menempati peringkat 5 (sea games 2005 Filiphina).

Perolehan medali sea games 1999 Brunei, sumber :  wikipedia

Perolehan medali sea games 2005 Filiphina, sumber :  wikipedia

Namun kalo kita mau melihat sejarah sea games sejak keikutsertaan Indonesia (1977) sampai era sebelum krismon (1997), Indonesia adalah macan olahraga asia tenggara. Indonesia 9x juara umum dan hanya kehilangan 2 titelnya yang diambil Thailand saat negeri gajah putih tersebut menjadi tuan rumah

Perolehan medali sea games , sumber :  wikipedia

Namun di era sesudahnya, seperti yang telah kita bahas di atas prestasi Indonesia selalu jeblok dan selalu mentok di peringkat tiga,  ada apa ya?

Masa masalah dana, kan kita telah 10 tahun lebih melewati masa-masa krismon,  jika patokanya prestasi kita jeblok gara-gara krisis 1998 .

Tapi walau bagaimanapun sebagai pecinta olahraga Indonesia, saya hanya berharap moment menjadi tuan rumahnya Indonesia (sea games 2011) bisa menjadi titik balik prestasi olahraga Indonesia seperti zaman sebelum krisis melanda.

BRAVO OLAHRAGA INDONESIA..